Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Biarkan Aku Sekolah

BIARKAN AKU SEKOLAHOleh : Mufiati

       Dengan penuh amarah aku lari dan membanting pintu kamar yang sudah berlapuk, berwarna coklat agak kehitaman dilapisi jamur putih yang tumbuh sesekali di sudut-sudut pintu. Air mata berlomba-lomba membuat becekan di pipi, bak hujan deras yang tak tertampung dan mampir di tempat-tempat yang mampu dijangkaunya. Sesekali hidung terbendung  oleh gulungan-gulungan hijau dan menutupi sirkulasi udara yang masuk ke tubuh hingga aku tak mampu bernafas. Seperti halnya syair lagu jadul yang aku tak tau siapa nama penyanyinya, tertulis bahwa “hati ini serasa luka yang ditaburi garam”  ketika mendengar apa yang baru saja di sampaikan orang tuaku. Dalam hati aku berkata haruskah aku bekerja hingga ke luar negeri, yang memberikan penghasilan besar untuk membantu membayar hutang orang tuaku? Lalu...  bagaimana dengan impianku untuk terus sekolah dan melanjutkan kuliah nantinya? Atau haruskah aku menerima perjodohan, agar orang yang kelak menjadi suamiku mampu memb…