Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam*
Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi
Di gubuk itu . . .
*) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kunci Sukses Mengasuh Anak

Gambar
Kunci Sukses Mengasuh Anak
Judul                  : Quantum Parenting Penulis                : Mohammad Takdir Ilahi
Penerbit              : Kata Hati
Cetakan              : I, 2013
Tebal                  : 216 halaman
ISBN                  : 9786021730850
Peresensi            : Imron Mustofa*
Anak adalah generasi muda penerus bangsa, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. di pundak anak, keberlangsungan peradaban dan kepemimpinan kelak dibebankan. Jika anak tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang mandiri, kreatif, berkualitas, baik secara moral, keilmuan, ketrampilan, maupun spiritualitas, kunci masa depan gemilang telah berada di tangan. Namun sebaliknya, apabila mentalitas anak ke arah kondisi yang mengenaskan dan lemah, kehancuran sebuah keluarga, bangsa ,negara, atau apapun istilahnya tinggal menungu waktu. (hlm. 5)
Orangtua memiliki peranan penting dalam mendidik anak agar menjadi generasi paripurna penyelamat bangsa. Masa depan anak pun sangat dipengaruhi oleh pola asuhnya. Jika o…

Meskipun UTS, PPL Jalan Terus

Gambar

Hak yang Tak Sampai

Hak yang Tak Sampai Oleh : Nur Tanfidiyah* Teja senja memberi tanda untuk siap bergulir Pada cerita kehidupan malam                   Hiasan bintang dan sedikit pancaran bulan Menemani mereka yang tidur dalam kedinginan       Kala pagi mulai menyapa                                      Kehidupan baru seperti dimulai kembali       Sumringah senyum pun terlihat       Pada mereka yang hidup akrab dengan jalanan Baginya kehadiran pancaran matahari Seperti  memberi seribu harapan hidup Memberikan jalan untuk dapat mangais sia-sia makanan Kau lihat kawan... Betapa pedihnya kehidupan mereka       Kini apa pedulimu?       Kemana ucapanmu untuk membawa mereka pada kedamaian       Kemana tanganmu yang membawa segenggam janji       Untuk  melepas dahaga hidup sebuah kesengsaraan       Kau acuh, Kau biarkan mereka seperti pohon kering Yang selalu menantikan turunnya hujan Menengadah dengan ketidakpastian Sementara kau disana tertawa, senang beribu-ribu tumpukan harta       Kau tak peduli …

Serba-serbi UTS: Ujian Close atau Open Book

Gambar

Aninditya Sri Nugraheni: Menjadi Penulis Diperlukan Kontinuitas dan Komitmen

Gambar

Sang Pemberontak yang Melawan Pemerintah Demi Kesejahteraan

Gambar