LPM Paradigma Miliki Program Kerja Baru




Lpm Paradigma merancang proker (program kerja) satu periode di Kebun Laras, Minggu (23/03) pukul 09.22 WIB. “Kumpul kita kali ini membahas tentang proker (program kerja). Sukses tidaknya kegiatan kita tergantung proker ini,” papar Rizal saat membuka forum.
Forum yang dihadiri oleh 16 kru LPM Paradigma ini berhasil menelurkan proker baru. Salah satunya dari bendahara umum. “Kita dari bendahara membuka tabungan,” papar Zulfa, bendahara umum LPM Paradigma. Program kerja ini merupakan usaha untuk meringankan beban finansial kru LPM Paradigma jika sewaktu-waktu akan mengadakan study tour ke luar kota. “Kalau misal mau ke luar kota kan gak langsung bayar (misalnya-red) Rp 200.000,00. Anggota bisa menabung tiap minggu ke bendahara. Nominalnya terserah, tapi minimal Rp 3.000,00,” imbuh Zulfa.
Begitupun bagian redaksi. Selain memiliki proker buletin bulanan, redaksi juga akan membuat ‘buletin tempel’ yang dipublikasikan tiap minggu di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. “Buletin kita ada dua. Yang pertama sifatnya buletin tempel. Isinya artikel atau apa terserah. Di tempel di dinding-dinding fakultas,” ungkap Arta selaku pemred. Ia juga menambahkan bahwa tujuan buletin tempel ini adalah untuk mengenalkan LPM Paradigma ke civitas kampus. “Untuk mengenalkan Paradigma ke masyarakat kampus,” imbuhnya. Selain buletin tempel, redaksi juga merencanakan pembuatan kliping karya-karya kru LPM Paradigma yang dimuat di media massa. “Kliping ini berisi karya-karya anggota LPM Paradigma yang dimuat di media massa. Kami mencoba mendokumentasikan (karya teman-teman-red), nanti buat kenang-kenangan kepengurusan periode selanjutnya ” terang Arta.
            PSDM, yang merupakan divisi baru dalam kepengurusan periode 2014-2015 juga memiliki proker yang tidak kalah bagusnya. Feri, koordinator PSDM menjelaskan bahwa mereka akan lebih memaksimalkan garasi. Dengan mewajibkan semua kru LPM Paradigma untuk memiliki satu buku setiap bulannya. Buku tersebut yang nantinya menjadi bahan diskusi dalam garasi. Hal ini dimaksudkan untuk membantu kru LPM Paradigma dalam mengembangkan kemampuan intelektualnya. “Biar nanti temen-temen berangkat garasi tidak dengan tangan kosong, jadi ada bekal. Sebelum berangkat garasi kan bisa dibaca dulu bukunya di kos,” jelasnya saat memaparkan program kerjanya. 

Imron

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat