PGMI 2012 Adakan Kunjungan Ke Museum Benteng Vredeburg





PGMI, Paradigma Online

Kunjungan PGMI UIN Sunan Kalijaga ke Museum Benteng Vredeburg disambut ramah oleh kedua satpam penjaga gerbang, Selasa (18/03) pukul 13.51 WIB. Kegiatan yang dikuti oleh 32 Mahasiswa ini dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengetahuan Sosial II dan Pembelajarannya. Saat rombongan tiba di lokasi, Pak Andi -dosen pengampu- belum nampak di tempat. Sambil menunggu Pak Andi, sebagian mahasiswa istirahat di bawah pohon. Ada juga yang menyempatkan diri untuk mengambil foto sebagai kenang-kenangan.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 14.06 WIB Pak Andi datang dengan menggendong tas. Seluruh mahasiswa diinstruksikan untuk berkumpul. Setelah berkumpul, Pak Andi menjelaskan prosedur pengamatan atau observasi di Museum Benteng Vredeburg. Ia juga menyodorkan lembar observasi yang nantinya akan diisi oleh mahasiswa. “Ini ada lembar observasi dan nanti ada beberapa item yang harus diisi,” jelasnya. Selanjutnya.
Ia juga mengingatkan pada seluruh mahasiswa bahwa tujuan berkunjung ke sini bukan sekadar hiburan ataupun main-main saja, tetapi untuk mengamati koleksi-koleksi museum yang bisa dijadikan sumber belajar IPS MI.“Tujuannya, kita tahu bagaimana memanfaatkan sumber belajar di sekitar kita,” tegasnya.
Setelah diberi sedikit mukodimah oleh pak Andi, mahasiswa berkumpul di sudut salah satu gedung untuk mendengarkan penjelasan dari Pak Seno, pemandu wisata di Museum Benteng Vredeburg. Ia menceritakan panjang lebar mengenai sejarah berdirinya Benteng Vredeburg.
“Benteng ini dibangun atas prakarsa Belanda oleh Sri Sultan Hemengkubuwono I dengan alasan untuk keamanan Keraton, walaupun tujuannya untuk memata-matai kraton dan markas pertahanan Belanda,” papar Pak Seno. Setalah dirasa cukup, beberapa mahasiswa berpencar menelusuri setiap sudut gedung. Di Museum ini, ada empat gedung utama yang di dalamnya terdapat diorama-diorama yang beranekaragam.
            Selain diorama, museum ini juga menyediakan fasilitas game edukatif, touch screen, dan barang-barang peninggalan pada masa kolonial. Selama kurang lebih satu setengah jam berkeliling mengamati setiap sudut gedung, sebagian mahasiswa istirahat. Museum Benteng Vredeburg juga menyediakan ruangan khusus yang disediakan bagi para pengujung untuk beristirahat. Ruangan persegi panjang yang dilengkapi dengan kursi-kursi, layar, dan satu LCD menjadi daya tarik tersendiri. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin melihat film-film dokumenter masa kolonial dan pasca kemerdekaan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.10 WIB.
Imron Musthafa

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat