Sekelumit Persoalan Mahasiswa di UTS Hari Pertama



Senin, 24 maret 2014. Hari pertama UTS di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berlangsung seperti biasa, seperti Ujian pada umumnya dimana Mahasiswa datang sebelum ujian dilaksanakan, mereka memegang handout di tangan mereka dengan harapan materi yang akan keluar akan sama dengan yang dipelajari. Ketika Kru Paradigma menayakan bagaimana perasaan mereka menghadapai UTS kali ini, kebanyakan mereka menjawab, “biasa saja”. Karena ujian seperti ini ini  sudah sering di lakukan, Namun Kesiapan-kesiapan tersebut tidak semuanya dilakukan oleh para mahasiswa, beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan  ketika menjelang UTS ataupun ujian-ujian yang lain seperti UAS,  Mahasiswa masih hilir mudik ke ruang TU Fakultas dan meminta stempel untuk KRS mereka, dan bahkan ada yang belum memiliki tanda tangan dosen pendamping akademik (DPA) di KRS mereka. kejadian seperti ini bisa kita saksikan di depan ruang dosen.
Tidak jauh beda dengan beberapa mahasiswa lainnya yang terlihat masih belum siap dengan ujian yang akan mereka hadapi, banyak hal yang membuktikan hal tersebut misalnya, mahasiswa datang terlambat dari yang mulai dari 5 hingga 15 menit. Dan yang sungguh memprihatinkan adalah dimana ada beberapa mahasiswa yang salah masuk kelas, mengapa kejadian seperti hal ini bisa terulang tiap tahunnya dan setiap ujian di laksanakan. Mungkin ada beberapa jenis perihal yang membuat mereka salah masuk kelas. kemungkinan  Pertama, karena satu matakuliah di bagi menjadi dua kelas mungkin karena jumlah mahasiswa yang melampaui jumlah kuota dan adanya kelas yang kosong atau tidak di pakai serta pembagian kelas tersebut juga bisa mengurangi mahasiswa untuk bertindak curang ketika ujian sedang berlangsung karena hal inilah sehingga ada beberapa mahasiswa yang tidak mengetahui bahwa mereka di kelas yang satunya atau yang lainnya, biasanya hal ini terjadi pada absen-absen perpotongan pada kelas tersebut. Kedua, Mahasiswa yang belum siap untuk ujian, sebagai contoh adalah adanya beberapa mahasiswa yang sibuk mencari kelas mereka. Padahal kita sudah mempunyai layanan akademik yang tinggal melihat jadwal dan kelas mereka.
Sudah selayaknya kita sebagai mahasiswa menyadari hal-hal yang biasanya di anggap lumrah tapi salah kaprah dengan memperhatikan diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitarnya.



Oleh : Prisdiana

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat