Peneliti Sama dengan “Nabi”


Tarbiyah, Paradigma Online
Peneliti sama dengan nabi, walaupun seorang peneliti itu salah, itu tidak menjadi masalah asalkan bisa jujur. Peneliti menyampaikan apa yang telah diteliti. Dalam penelitian, haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Demikian disampaikan oleh Radino, Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memberikan pengarahan seminar proposal oleh Khaerul Fauzi, Ruang Seminar Proposal Lt. 4, Selasa (1/04).
Ia memberikan masukan kepada para mahasiswa bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah khususnya penelitian, jangan sampai menggunakan bahasa ilmiah populer atau bahasa yang berbau bombastis. Peneliti berada dalam dunia pembaca, maka dari itu harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
“Bahasa dalam penelitian dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, bahasa ilmiah populer dan bahasa ilmiah penelitian.” Tambahnya.
Berbeda dengan pendapat Dhia Mila, Mantan Pimpinan Redaksi LPM Paradigma. Ia menjelaskan bahwa peneliti adalah sebagai “Tuhan”. Ia mempunyai kekuasaan, karena bisa menentukan ke arah mana penelitian itu dilakukan.


Kikin

Komentar

  1. cukup sepakat, tapi kiranya penggunaan bahasa tidak terlalu dibatasi mungkin akan dihasilkan karya-karya yang lebih kreatif dari mahasiswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat