Meronta... Aku harus Bagaimana?

Meronta.... aku harus bagaimana?

Aku meniti jalan, perlahan dalam kekosongan jiwa
Lalu ku korek sisi dunia dengan indera dan pandangan lainku
Tertatih aku melangkah hingga di iringi kebimbangan,
Aku tidak tahu!

Dan aku tidak mengerti
Aku bimbang.....
Lalu aku menemukan seberkas cahaya dicelah sempit kehidupan
Aku ikuti dan aku telaah jauh dengan pasti,

Sendiri,,,,
Aku  merintih dibalik topeng keceriaan
Aku menangis dibalik jubah kegiatan yang tiba-tiba ku rancang
Untuk sejenak mengisi kehampaan yang ada

Ku masuki kerumunan,
Yah,,,mereka hanya memikirkan dirinya
Mereka hanya memandang jauh dari kenyataan
Aku bersama namun seperti tersesat di hutan luas
Aku pun mencoba untuk berlari-lari mencari arah kembali,

Bagai merajut sarang laba-laba
Dengan ketelitian tajam seperti ganasnya runcing bambu
Bahkan seperti pisau belati,
Namun, sarang itu seperti berbalik menjeratku,

Disudut bumi, nampak senja yang dengan warna teduhnya,
Seperti melukis gambaran muramku
Seperti menceritakan kisah sedihku
Seperti mengejekku untuk mengeluarkan air kesedihan

Perlahan mengeja setiap detik yang aku lalui dengan hati-hati
Ku mulai memaknainya dengan nasehat ilahi
Ku buka jendela baru kehidupan
Dan nampaklah cahaya yang membuatku semakin bertahan
Tak nyata, namun menenangkan,
Dengan sunggingan senyum ku sambut,
Dan aku mampu berdiri...!

Cahaya itu adalah..... Kekuatan-MU Rabby, dalam ayat-ayat suci,

                                                                                                                                Nur Tanfidiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat