Paradigma Wadah Kepenulisan Mahasiswa FITK


Pimpinan umum Lembaga Pers Mahasiswa Paradigma (LPM Paradigma) Nur Solikhin mengatakan bahwa Paradigma siap menjadi wadah kepenulisan, khususnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, “Sebagai Badan Otonom Mahasiswa (BOM) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang bergelut di dunia jurnalistik, Paradigma siap menjadi wadah kepenulisan mahasiswa FITK” ujarnya. Tujuannya adalah agar Paradigma bisa menjadi wadah kepenulisan khususnya bagi mahasiswa, dan juga dengan harapan bahwa budaya menulis dikalangan mahasiswa bisa tergalakkan dan tersalurkan.
Selain itu, Solikhin mengatakan tulisan yang masuk di LPM Paradigma akan di post di blog LPM Paradigma setelah di edit oleh bagian redaksi, “Jadi siapapun bisa melihat tulisan yang telah dikirim melalui Paradigma dilpmparadigmauinsuka.blogspot.com” kata solikhin.
Ia pun menjelaskan prosedur tentang pengiriman tulisan, mahasiswa bisa mengirim melalui email LPM Paradigma yaitu redaksiparadigma.yahoo.com atau pun bisa datang langsung ke kantor Paradigma yang berada di Student Center lantai 3, setelah itu tulisan tersebut akan di edit oleh bagian redaksi dan kemudian di post di blog LPM Paradigma. “Mahasiswa FITK siapapun itu, boleh mengirimkan tulisan baik itu berita, opini, resensi, puisi dan lain-lain” jelasnya ketika kami temui di kantor LPM Paradigma Rabu(02/04/2014).
Selaku Pimpinan Umum, Solikhin mengajak kepada segenap mahasiswa untuk menulis dan berkarya dan Paradigma siap menjadi wadah untuk menyalurkan tulisannya “Paradigma bukanlah hanya milik para anggota, melainkan milik seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, LPM Paradigma merupakan wadah Mahasiswa Tarbiyah untuk mengembangkan bakat menulis, menciptakan budaya membaca, diskusi dan menulis. Hal itu selalu kita tanamkan di lingkup teman-teman. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa UIN, khususnya Tarbiyah untuk berpartisipasi dalam kegiatan Paradigma, terutama partisipasi dalam menulis. Kami akan menampung karya teman-teman.”tegasnya.

Bilal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat