Hiruk Pikuk Perjalanan Hidup Gadis Naga


Judul buku             : TEHANU
Penulis                    : Ursula K. Le Guin
Penerbit                  : Mahda Books
Terbit                      : Januari 2013                                     
ISBN                        : 978-602-97067-5-8
Tebal                       : 381 halaman
Peresensi                : Nur Tanfidiyah
                Ursula K.  Le Guin, penulis asal Jepang yang tersohor dengan kisah-kisahnya dalam salah satu buku fantasi. Kali ini novel terbarunya “TEHANU” yang merupakan buku keempat The Earthsea Cycle sebuah kreasi  dalam karya tulis fantasi. Ursula membawa pembaca berpetualang dalam dunia Earthsea, membangun imajinasi untuk menjelajahi kehidupan magi dengan menyelami peran tokohnya. Buku ini dikemas dengan kata-kata yang menarik dan mudah dipahami pembaca. Rangkaian kalimat disajikan secara unik  membuat pembaca enggan mengedipkan  mata, karena semakin penasaran dengan jalan cerita didalamnya. Sebuah novel fantasi terbaik yang mempesona.
Buku ini menceritakan seorang janda, setelah di tinggal oleh petani Fline dari Middle Valley. Berusaha menolong gadis cilik yang terluka secara fisik dan mental. Mencari jawaban dari teka-teki, siapakah gadis cilik itu? Dan mengapa orang-orang takut kepadanya? Sejarah dalam kehidupannya, janda tercatat sebagai pendeta makam Atuan dan pelayan dari kekuatan kegelapan bumi yang dikenal hebat oleh orang-orang lantaran sering dikunjungi Ogion sang mage terkenal hebat.
                Goha sang janda yang tinggal dirumah pertanian terbuat dari tegal batu. Ia mempunyai nama asing Tenar, (hlm 1).  Pasca kematian suaminya dia hidup menyendiri, putrinya pergi menikahi saudagar kaya dari Valmout dan putranya pergi melaut. Dia hidup bersama gadis cilik yang terbakar pada bagian lengan dan wajahnya oleh seorang lelaki. Tenar ingin menyembuhkan gadis cilik itu dengan membawanya pergi menemui Ogion. Namun sang magi tidak dapat membantu. Ged yang diharapkan dapat menyembuhkan, justru datang dalam keadaan terluka dan seluruh kekuatan sihirnya telah sirna, sebelumnya mencoba disembuhkan oleh Ivy penyihir desa dengan mengoleskan salep witch hazel dan tanaman obat lainnya, namun usahanya hanya sampai disana.
                Ketika lebih dari satu tahun kemudian, ada seorang pengirim pesan yang melintasi jalan menuju Middle Valley menanyakan seoarang janda tak lain Tenar. Orang tersebut adalah utusan dari Ogion, yang meminta Tenar menghadapnya, (hlm 16).
                Sebelum Ogion menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan duduk diantara akar pohon punggung bersender pada batangnya. Sang mage berkata “anak itu-mereka akan takut padanya.” Dan berbisik pada Tenar, “ajari dia semua hal!, (hlm 39).  Disinilah gadis cilik dengan julukan nama Therru (terbakar) pemberian dari Tenar di ajari berbagai hal bersama Lark teman lama sang  janda, Aunty Moss seorang wanita tua dan Healther penggembala kambing, tetapi ada kekhawatirkan akan tumbuh menjadi penyihir wanita yang lemah, karena meskipun mereka mengetahui banyak mantra dan jimat, dan terkadang lagu hebat, tak pernah dilatih prinsip-prinsip ilmu magi, (hlm 42).
                Tenar menjaga Terru dari kejaran lelaki yang bernama Handy. Tenar mengira dia adalah ayahnya yang tengah membakarnya dulu. Suatu malam ketika Therru tidur, dalam kegelapan Tenar mendengar suara yang semakin mendekati kamar  Therru, dan dia meraba-raba  menuju kesana. Ged yang saat itu juga melihat, terluka akibat serangan dari lelaki yang hendak memecah jendela tempat Tenar berdiri agar bisa masuk kedalamnya. Ged menceritakan bahwa dia sedang mencari Therru untuk menghukumnya dan membalas Tenar karena dianggap telah mencuri Therru. Namun, sepertinya dia terbunuh oleh Ged yang berbalik menyerangnya.
                Therru tumbuh semakin kuat dan mengalami perkembangan jauh lebih baik. Bersama Tenar dan Ged pergi ke Re Albi karena mendengar Aunty Moss sakit. Mereka berjalan menuju  tanah yang hanya terdiri dari batu dan ujungnya sangat sempit. Tenar memanggil “Kalessin” sang naga besar pun turun dari ambang pintu langit. Naga itu menatap mereka dari samping dengan satu matanya yang berwarna kuning. Seraya menatap Tenar,  kalessin bicara dengan suara besar bagaikan sapu logam yang diseret dipermukaan gong, “Aro Tehanu?.” Tenar langsung menghampiri Therru, (hlm 375).
                Therru berlari dan menuju naga itu, ternyata dia adalah orang tuanya, mereka berangkulan. Therru dengan bahasa naga berbicara padanya. Memutuskan untuk tetap tinggal bersama Tenar yang sudah dianggap sebagai orang tuanya. Kini mereka tahu, Tehanu adalah nama asli Therru, (hlm 380-381)
                Inilah kisah janda yang hidup dengan gadis cilik, fisik dan mental yang terluka karena siksaan. Dengan  segala kasih sayang, kesabaran dan keikhlasannya, sang janda mampu menjadikan Tehanu seorang yang kuat dan berani. Novel ini mengajarkan kita tentang kesabaran menjalani masalah kehidupan terutama yang memiliki keterbatasan fisik atau mental, berusaha ikhlas, tidak putus asa dan yakin semua akan berubah menjadi lebih baik.
                                                                                               
                                 Nur Tanfidiyah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat