Hari Pencoblosan, Nomor Urut Calon HMPS Berubah



Tarbiyah, Paradigma Online - Perubahan nomor urut beberapa calon pasangan ketua-wakil ketua HMJ/HMPS  di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menambah panjang permasalahan dalam Pemilwa 2015. Diakui Yudiawan, calon independen HMPS MPI, bahwa ia sempat kaget sewaktu melakukan pencoblosan, menemukan nomor urutnya berubah.

“Kebetulan saya masuk dulu, sebagai calon untuk memilih. Saat saya membuka lembar suara, kaget kenapa nomor urut yang disahkan, sama kertas suara kok beda,” ungkapnya saat ditemui Paradigma.

Ia merasa kesalahan ini akan berdampak pada perolehan suara mahasiswa. “Sangat merugikan nomor urut empat dan lima, karena nomor lima juga sudah mengkampanyekan, kan begitu logikanya. Mengkhawatirkan bagi temen-temen pemilih yang masih awam,” paparnya.

Diakui, pihaknya sangat menyayangkan kesalahan seperti ini. Seharusnya, kata Yudiawan, panitia fakultas melakukan pengecekan ulang terkait surat suara.

Mengetahui ada kejanggalan nomor urut, ia bersama teman-teman mengadukan ke panitia pemilihan umum mahasiswa fakultas (PPUMF) dan panitia pemilihan umum mahasiswa universitas (PPUMU).

“Sebenarnya saya tadi meminta untuk diberhentikan (pemilihan –red) di MPI karena itu tidak sah. Atau ditarik dan diganti, disesuaikan dengan semestinya,” imbuhnya.    

Namun panitia menawarkan solusi lain. “Mereka menawarkan solusi bahwa pihaknya (panitia pemilihan umum mahasiswa –red) akan melakukan klarifikasi terkait pemilwa, secara spontan akan mengganti pasangan Said-Yudi nomor lima,” papar Yudiawan.

Saat mencoba temui ketua PPUMF untuk melakukan konfirmasi, Paradigma tidak berhasil. “Kalau saat ini belum bisa mas, karena sedak sibuk,” papar salah satu panitia yang sedang berjaga-jaga di TPS sekitar pukul 15.00 WIB.

Beberapa jam kemudian, PPUMF mengeluarkan berita acara yang isinya permohonan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan.



Berdasarkan keputusan PPUMF dalam berita acara, ada tiga poin yang ditekankan, yaitu (1) Meminta maaf pada pihak terkait, (2) Pencoblosan dan penghitungan suara sah berdasarkan pada nama dan foto bukan berdasarkan pada nomor urut calon, dan (3) Surat suara yang sudah masuk dianggap sah dan pencoblosan tetap dilanjutkan setelah jam istirahat. [Mustofa]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat