Kisah "Heroik" Peraih IPK Tertinggi FITK


Tarbiyah, Paradigma Online - Kesuksesan tidak serta merta berjalan mulus seperti halnya dalam sinetron. Begitulah kiranya ungkapan yang sesuai dengan keadaan dan hasil perjuangan mahasiswi terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Khusnul Hidayah.

Perempuan cantik asal Wonosobo ini menjalani suka duka selama perkuliahan. Sukanya adalah ia memiliki banyak pengalaman dan bisa berbagi dengan orang lain. Dukanya pun tak sedikit, karena ia bisa dikatakan modal nekat melanjutkan perkuliahan. Sebelumnya ia belum memiliki cukup pengalaman dibidang perkuliahan yang ia ambil.

“Sempat jatuh bangun dalam proses perkuliahan, serba salah dan merasa kalau studi yang diambil tidak sesuai dengan dirinya. Apalagi sewaktu mengajukan proposal dan tema yang sempat ditolak, sampai membuat susah move on selama kurang lebih 6 bulan,” ceritanya pada Paradigma saat ditemui setelah prosesi wisuda usai. (28/11)

Setelah tema diterima pun masih harus sering merevisi skripsi, namun hal itu menjadi sederhana ketika ia mengatakan, “itu hal yang biasa,” ungkapnya. Mendapatkan IPK 3,84 dengan predikat Cumlaude tentu membanggakan, namun IPK ini tidak mudah diraih tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Selain aktivitas kuliah, ia juga aktif di beberapa organisasi. Diantaranya KAMMI, LDK, Muslimah Pecinta Al-Qur’an, Tahsin Al–Qur’an, dan mulai masuk Rumah Tahfidz pada saat semester V sampai sekarang.

“Yang terpenting adalah usaha karena hasil pasti selalu sebanding dengan usaha, jalani saja, dan tentu kita juga harus memiliki konsistensi dan profesionalitas dalam menempatkan diri,” Ia menambahkan.
 
Khusnul juga berbagi tips agar bisa memanage waktu dengan baik. “Semisal ketika kita berada di organisasi, ya sudah kita all out di organisasi. Ketika bergelut di  bangku kuliah, ya sudah kita juga all out di perkuliahan. Hal ini berlaku juga ketika kita berada dalam aktivitas lain. Point-nya kita harus bisa memanagemen dan menempatkan diri kita semaksimal dan seprofesional mungkin,” paparnya dengan semangat yang membara. [Izzah]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat