Aziz: Selama Perkuliahan, Semester yang Paling Sulit Input KRS Ya Semester Ini

gambar: laman kosong akademik.uin-suka.ac.id 


”Selama perkuliahan, semester yang paling sulit input Kartu Rencana Studi (KRS) ya semester ini. Karena kebijakan sekarang inputnya perfakultas. Sedangkan dalam satu waktu beribu orang  berebut akses untuk masuk ke laman akademik,” keluh Azis, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semester 5 ketika diwawancarai Pradigma, Rabu (27/01).
Ia kemudian membandingkan pelayanan input KRS semester genap tahun akademik 2015/2016 dengan semester ganjil. Menurutnya, pelayanan semester lalu jauh lebih baik daripada sekarang.  “Akses internet semester lalu jauh lebih baik,” imbuhnya.
Menurut Aziz, kesemrawutan kali ini disebabkan karena kebijakan kampus. Pembagian jadwal input KRS per fakultas dirasa kurang efektif. “Kalau dilakukan per fakultas justru koneksinya malah lebih sulit,” paparnya.  
Kesulitan input KRS juga dirasakan Zulfi, mahasiswa MPI. Ia mengaku menunggu selama 5,5 jam untuk input KRS, itupun tetap tidak menuai hasil. “Saya mulai mengakses sejak jam 09.30 - 14.00, dan itu masih di halaman awal belum input mata kuliah,” paparnya.
Kesemrawutan input KRS juga membuat beberapa mahassiwa terpaksa merogoh gocek cukup dalam. Atika, mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) juga mengakui habis uang cukup banyak hanya untuk input KRS di warnet. “Saya habis 15 ribu dan 2 kali bolak-balik warnet,” tutur mahasiswa PGMI semester 3.
Menanggapi hal tersebut, Agung Fatwanto, Pimpinan PTIPD angkat suara. Ia mengakui pihaknya merasa kewalahan, lantaran pendeknya jeda antara Ujian Akhir Semester (UAS) dan input KRS. “Oleh karena itu ada pemadatan jadwal sehingga saat ini input dilakukan perfakultas.,” tegas Agung.
Selain itu, juga ada beberapa kegiatan yang mebutuhkan akses ke internet, sehingga membuat akses lambat. Agung mengakui, ada lima kegiatan yang dilakukan hampir bersamaan, yaitu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), input KRS, pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN), munaqosah, dan yudisium.
“Jika terjadi trouble, hal itu karena keterbatasan kapasistas mesin dengan jumlah pengguna yang banyak secara bersamaan. Jika mahasiswa tidak bisa mengakses hari ini (Rabu –red), bisa dilakukan pada gelombang 2 yaitu tanggal 29 Januari- 2 Februari 2016,” ungkap Agung.
Oknum Mengaku Staff PTIPD
Selama input KRS bermasalah, banyak isu yang berseliweran dan tidak bisa dipertanggungjawabkan validitasnya. Salah satunya, ada oknum yang mengaku sebagai sekretaris PTIPD.
“Kabar terupdate untuk mahasiswa UIN SUKA, bahwasannya server diistirahatkan sampai tanggal 28 Januari 2016 jam 09.00 pagi,” tulis Siti Ainun di WhatsApp yang mengaku dirinya sebagai sekretaris PTIPD, Rabu (27/01).
Namun kabar tersebut langsung ditampik Agung, pimpinan PTIPD. “Itu bukan staff PTIPD dan PTIPD tidak bertanggung jawab atas itu.  Jadwal pengisian KRS masih sesuai pengumuman yang ada,” tegasnya. [Zulfa, Ine]

Editor: Imron

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat