Hentikan Penggunaan Handphone Saat Berkendara!

sumber gambar: raincity08.blogspot.com

Oleh: Jalalul Fuad, Mahasiswa PBA

Seiring dengan perkembangan jaman, manusia pun mengalami berbagai perubahan. Hampir di setiap waktu ada sebuah hal baru yang tercipta melalui tangan-tangan kreatif. Makanan, pakaian, tempat tinggal, bahkan pola hidup manusia mulai berubah. Semua itu ada untuk memenuhi hasrat manusia akan kehidupan dunia.

Alat-alat elektronik diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Dengan adanya alat-alat tersebut manusia dapat berkomunikasi satu sama lain dengan mudah, menempuh jarak jauh dengan singkat, membersihkan pakaian, rumah, dan lain-lain tanpa memerlukan banyak tenaga.
Disadari atau tidak perubahan-perubahan tersebut memiliki banyak hal negatif. Bukan bermaksud menolak segala perubahan yang terjadi, namun kita harus memikirkan mana perubahan yang sebenarnya baik jika harus kita alami.

Memang pada mulanya semua perubahan tersebut diperuntukkan hal-hal yang positif dan memang untuk mempermudah, namun pengguna selalu merasa tidak puas jika mempergunakannya dengan biasa.

Dalam hal ini yang banyak penyalahgunaannya adalah gadget dan jaringan internet. Banyak fakta yang membuktikan bahwa penggunaan handphone sudah melebihi dari ekspektasi penciptanya. Banyak remaja menggunakan HP yang dapat terhubung ke internet untuk mengakses situs yang berisi konten dewasa. Mereka mencari video-video yang tidak seharusnya ditonton untuk dijadikan koleksi.

Selain penyalahgunaan itu, dampak negatif dari penggunaan HP yang berlebihan juga banyak terjadi. Para pengguna tidak mau melewatkan setiap detik pun untuk melepaskan HP dari genggaman mereka. Di rumah, kamar mandi, kantor, kelas, bahkan di jalan. Parahnya penggunaan HP di jalan ini mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan.

Sekitar 16 ribu pengemudi diperkirakan tewas dalam kurun 2001 hingga 2007 karena berbicara dan mengirim SMS dengan ponsel sembari mengemudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan angka SMS mengakibatkan ribuan kematian di jalanan Amerika Serikat.Fernando Wilson dan Jim Stimpson dari University of  North Texas Health Science Center membuktikan berbicara di ponsel dapat mengalihkan perhatian pengemudi, meskipun sudah menggunakan hands-free.[1]

Untuk setiap sejuta pelanggan ponsel baru, mereka memperkirakan kenaikan angka kematian sebesar 19 persen lantaran gangguan pengemudi. Pada 2008, 5.870 orang meninggal dalam kecelakaan akibat gangguan dalam mengemudi. Kepemilikan HP dan jumlah SMS yang dikirim pun meningkat tajam dalam waktu yang sama. Karena alasan ini, pelarangan penggunaan ponsel saat berkendara bukanlah tanpa alasan logis. Dalam sebuah riset lain milik National Safety Council, terungkap bahwa sebanyak 1,4 juta kecelakaan terjadi ketika pengemudi berbincang lewat ponselnya. Sementara 200 ribu lainnya akibat pengemudi tengah asyik SMS-an.[2]

Dapat kita bayangkan betapa berbahayanya ketika kita tidak fokus memperhatikan jalanan dan asik memainkan HP. Pada tahun 2001 sampai 2007 saja, HP yang baru berfungsi untuk mengirim SMS dan telpon sudah mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan kematian pengendaranya sebanyak 16 ribu. Saat ini fitur pada HP bukan hanya untuk SMS dan telpon, kita dapat mengirim email karena sudah dapat terhubung ke internet, kita dapat bermain game, mendengarkan musik, menonton film atau video, dll. Itu semua mengalihkan perhatian kita pada jalan yang kita lalui.

Setelah menonton acara di salah satu stasiun televisi saya merasa penggunaan HP jadi terlalu berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia. Dalam tayangan tersebut memang hanya diperlihatkan orang-orang yang hampir tertabrak oleh mobil, motor, dll. Tetapi kita dapat mengetahui bahwa, tindakan orang-orang yang tidak mempertimbangkan dimana ia harus menggunakan Hp dengan semestinya akan membahayakan keselamatannya dan orang lain.

Lebih lanjut tentang hal ini, hasil penelitian yang dilakukan Virginia Tech Transportation Institute diketahui bahwa risiko kecelakaan yang terjadi jika seorang pengemudi asyik SMS-an adalah 23 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak nyambi.[3]

Fakta lain mengenai bahaya menggunakan dijelaskan dalam artikel CNN Indonesia. “Penggunaan ponsel pintar menjadi salah satu penyebab utama dari kecelakaan di Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, tingkat kematian dari kecelakaan di sana semakin memuncak. Pada enam bulan pertama 2015, laporan kematian dari kecelakaan yang terjadi di AS meningkat 8,1 persen. Penyebabnya pun disebutkan karena penggunaan ponsel pintar dan distraksi kemudi lainnya. Statistik yang diterbitkan beberapa hari lalu menunjukan ada sebanyak 16.225 kematian dalam periode Januari sampai Juni. Enam bulan awal 2015 juga menandakan laju penggunaan kendaraan yang membludak lantaran ada penurunan harga bensin.”[4] Semakin meningkat pengguna Hp, semakin meningkat pula angka kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan Hp saat berkendara.

Pemerintah Cina membuat jalan khusus untuk pengguna Hp. Menurut saya ini justru berbahaya. Jika kita terus saja diberi kesempatan untuk tidak melepaskan Hp, kita malah akan semakin merasa ketergantungan. Sehingga di setiap kesempatan kita akan melupakan bahwa kita harus fokus terhadap hal lain.  Seharusnya yang kita lakukan adalah membuat larangan dan mulai menyadari akibatnya.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut alangkah baiknya sejak saat ini kita mulai mengurangi penggunaan Hp yang tidak perlu, terutama saat sedang di perjalanan. Jika memang penting, sebaiknya kita menepi atau mencari tempat untuk menggunakan Hp terlebih dahulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat