Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Sapiku Terhimpit Kemarau

Gambar
Oleh: Ali Munir SF Pagi beranjak bersama sinar matahari berwarna kekuning-kuningan di ufuk timur yang agak condong ke utara. Daun-daun muda masih terdiam tanpa buliran embun, dihibur oleh suara burung-burung kecil. Memang burung yang tersisa di kampungku hanyalah burung-burung sisa perburuan tangan manusia. Sedangkan burung-burung besar sudah punah tanpa nyanyian indahnya di setiap lambaian angin dini hari. Tapi cericit burung kecil itu masih memberi harapan pada hati setiap penggemarnya, orang yang setia berteman dengan alam. Satu-satunya piaraanku yang masih utuh adalah seekor sapi betina yang genit, sapi pemberian ayahku.
Sudah lama ini sapiku tak berbunyi lagi. Entah apa yang sedang terjadi dengannya. Setiap pagi kulihat dia hanya diam, sesekali geleng-geleng seperti kebingungan. Kuberi dia makan rumput kering dari hasil penjumputan kemarin sore dan minuman dari sisa air cucian dapur, memang biasa begitu. Dia pun makan dengan pelan seperti terpaksa. Aku tak bisa berbuat apa-apa lag…

Kehidupan Di Mata Cak Nun

Gambar
Judul Buku      : Zaman Gendheng Penulis             : Agus Nur Cahyo Penerbit           : IRCiSoD Cetakan           : I, Januari 2016 Tebal               : 212 halaman ISNB               : 978-602-391-082-3 Peresensi         : Imron Mustofa, mahasiswa tua
Silahkan memilih kaya atau miskin. Urusan utama kehidupan ini bukanlah pada kaya atau miskin, melainkan cara memperoleh kekayaan dan bagaimana seseorang bisa menjadi miskin. (Cak Nun)
Manusia dicipta dibekali dengan naluri dan akal budi. Naluri, dalam pengertian psikologi, diartikan sebagai perbuatan atau reaksi majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup. Sementara akal budi, merupakan daya pikir untuk memahami segala sesuatu, berpadu dengan perasaan untuk menimbang baik dan buruk.
Tak semua dorongan (naluri/insting) manusia bisa dituruti. Ada ukuran baik dan buruknya. Sehingga, diperlukan kerja akal budi untuk mengontrol dorongan-dorongan yang timbul. Jika tidak, maka tak ada bedanya manusia dengan hewan, yang hany…

Sumpit

Gambar
Oleh: Jalalul Fuad, Mahasiswa PBA yang Gemar Mengaji Makan adalah salah satu kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidup. Dengan memakan makanan yang sehat dan bernutrisi maka manusia dapat mempertahankan keberlangsungan hidup sehari-hari. Ada banyak fakta menarik di balik kebutuhan manusia yang satu ini. Di antaranya adalah cara makan yang membuat perbedaan besar baik dari kesehatan maupun akhlak.
Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas sebuah cara makan yang sudah sering dilihat dan dipraktikan oleh kebanyakan masyarakat. Bahkan di suatu negara makan dengan cara ini adalah sebuah tradisi dan kebanggaan, yaitu makan dengan menggunakan sumpit.
Sumpit adalah alat makan yang berasal dari Asia Timur, berbentuk dua batang kayu sama panjang yang dipegang di antara jari-jari salah satu tangan. Sumpit digunakan untuk menjepit dan memindahkan makanan dari wadah, dari piring satu ke piring lain atau memasukkan makanan ke dalam mulut. Sumpit bisa dibuat dari bahan seperti bambu, logam, ga…

Optimalisasi UNBK sebagai Evaluasi yang Efektif dan Efisien (?)

Gambar
Oleh: Poniman, Pemerhati Pendidikan dan Mahasiswa MPI 2013
Akhir-akhir ini dunia pendidikan sedang ramai melakukan pesta pendidikan yaitu Ujian Nasional (UN) 2016  yang dimulai hari Senin, 4 April 2016 sebagai hari pertama pelaksanaan UN SMA. Tak mau kalah dengan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2015, UN  juga menjadi sorotan penting publik khususnya Kemendikbub yang konsen supaya pelaksanaan UN bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kebocoran soal. Media massa pun ikut serta mempublikasiskan kemeriahan pelaksaan UN tersebut yang sering ada isu beredar kunci jawaban bocor.
Menjadi pesta  nasional, anggaran untuk menjamin kelancaran dan suksesnya UN bisa dibilang tak sedikit yaitu mencapai 0,5 Trilliun. Pihak yang ikut meramaikan pun  luar biasa besar sebab dibutuhkan SDM lebih dari 700.000 panitia dan pengawas dari berbagai kalangan, pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan kepolisian yang ikut mengamankan dan mengawal pendistribusian 35 juta eksemplar naskah…

Belajar Hingga Akhir Hayat

Gambar
Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia.
Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan tingkatan tertinggi dalam jenjang pendidikan formal. Kuliah di perguruan tinggi…

Keterbukaan Informasi dan Posisi Strategis Persma

Gambar
Yogyakarta, Paradigma Online- Hiruk-pikuk gelanggang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) begitu terasa. Mahasiswa dengan berbagai talenta memadati setiap bilik ruang gelanggang. Malam itu ada yang sedikit  berbeda, sekelumit mahasiswa dari berbagai universitas di Jogja bergumul membentuk lingkaran tepat di sebelah timur mushola yang terangkai dari kayu. Mereka adalah anggota persma. Dengan membawa visi yang sama, mereka mulai bercengkrama demi membangun silaturahmi intelektual yang terbingkai dalam Obrolan Persma Jogja atau disingkat OPJ. Namun sayang seribu sayang, OPJ kali ini belum bisa  dihadiri oleh tuan rumah, LPM Balairung, UGM .
Pada pertemuan yang ke-5 ini, OPJ membahas tentang keterbukaan informasi. Keterbukaan informasi di era informasi sudah seharusnya menjadi kebutuhan. Apalagi informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti yang tertera pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik pasal 3 poin a, hak warga negara dijamin untuk mengetahui rencana pembuatan…

Puisi-Puisi Inew Wulandari

Dekapan Hujan
Titik-titik air ini luruh Jatuh tanpa ampun Membasahi wajah dan seluruh badanku Tak apa Ini yang aku suka
Kucoba pejamkan mata Merasakan dingin yang semakin menusuk Membekukan tubuhku Menikmati momen ini Mengingat setumpuk memori
Lalu kucoba membuka mata Berlahan Menatap sekeliling Hanya air Ya air yang semakin deras mengucur Berjatuhan Inilah masaku Ketika aku benar-benar merasakan hidupku
Inikah yang disebut panggilan Tuhan? Menjemput dalam dekapan hujan
Oh, Allah Sungguh aku menikmati ini Air yang Kau tumpah ruahkan Nyaman, tentram kurasakan
Kucoba mengguman sebuah kata Air mulai masuk mulutku Mengguyur kerongkonganku Dingin
Aku tak ingin enyah Lalu kucoba rentangkan tanganku Menengadahkan wajahku Berharap menatap-Mu Allah penciptaku
Titik-titik semakin besar Menggoyahkan tubuhku Keriput bermunculan di tanganku Wajah pias memucat