Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Menulis untuk Keabadian

Gambar
Masing-masing kita tentu memiliki cerita yang berbeda-beda. Cerita yang muncul dari benturan-benturan kita dengan realitas, yang kadang menyenangkan, dan kerap sekali menyakitkan. Namun, kerap cerita-cerita tersebut membusuk di kepala. Atau mungkin, terlupakan dan tertimbun dengan cerita-cerita lain yang berjubel.
Terlebih, kita yang menyandang status mahasiswa. Selain kerap (merasa) dibuat sakit hati oleh penguasa, juga memiliki  kegelisahan yang meletup-letup di dada dan kepala. Efek darah muda. Punya banyak tawaran solusi, namun mendadak linglung untuk memilih media apa yang harus digunakan untuk menyampaikannya. Melakukan demonstrasi, tidak memiliki massa yang banyak dan jadwal kuliah padat. Memilih media sosial sebagai media penyampaian aspirasi, takut terjerat pasal UU ITE yang telah banyak memakan korban. Lantas, apa yang mesti kita lakukan?
Agaknya, kita bisa meniru apa yang dilakukan oleh Gie. Sederhana. Ia menulis aktivitas keseharian sebagai mahasiswa. Mahasiswa yang gandr…

NKRI Bukan Negara Islam

Gambar
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi dasar seseorang dalam memandang sesuatu (perspektif) yaitu tekstual, kontekstual dan hakikat.  Tekstual merupakan sesuatu yang normatif dan tertulis. Tekstual dipahami berdasarkan analisis teks. Teks bersifat kaku, karena teks tidak dapat menyesuaikan keadaan lingkungan namun teks dapat berbicara apa adanya. Untuk membumikan teks butuh penafsiran teks yang kemudian disesuaikan dengan keadaan real dilapangan (kontekstualisasi). Tekstual dan kontekstual ini bila dikaji secara mendalam dan dipandang dari berbagai perspektif maka akan ditemukanlah hakikat.
Pandangan tekstual terhadap hukum bisa menimbulkan pertentangan. Contoh bertemunya teks syariah agama dan konstitusi negara. Kita lihat misalnya perdebatan yang baru-baru ini hingar-bingar tentang penentangan aturan pemimpin non muslim, seperti kasus yang menimpa calon gubernur DKI. Ramai dalam surat al-Maidah ayat 51 disebutkan tidak bolehnya non muslim menjadi pemimpin (ada pendapat lain yang mempe…