Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Demonstrasi Opini Hari Guru #1

Gambar
Guru : Mendidik Itu Memanusiakan Oleh: Moz-za*





Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mentransformasikan pengetahuan dan membuka kesadaran peserta didik agar mengenali diri dan tanggungjawabnya serta memahami realitas sosial yang terjadi disekelilingnya. Menurut Tan Malaka pendidikan itu bertujuan mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, danmemperhalus perasaan. Pendidikan merupakan unsur penting bagi kehidupan bangsa, karenanya dari pedidikanlah kemajuan suatu bangsa dapat diukur.

Salah satu elemen yang berperan penting dalam pendidikan adalah guru. Guru memegang peran vital dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan formal. Jika kita menelisik kesejarah, dulunya guru adalah sosok yang sangat dihormati dan dihargai karena mengajar secara sukarela untuk mencerdaskan anak bangsa, terbebas dari kebodohan akut yang menyandera. Berkat kerja kerasnya itulah kemudian orang tua murid memberi upah dari hasil panen semisal jagung, beras, singkong, dan hasil perkebunan lainnya sebagai rasa t…

Demonstrasi Puisi Hari Guru #4

Gambar
Tanda
Buah Karya : Inew*

Huruf kapital
Sebuah awal permulaan
Berdiri tegak di garis depan
Seperti engkau
Begitu gagah sebagai uswatun hasanah
Ing ngarsa sung tuladha

Koma
Sebuah tanda jeda
Bukan berarti pemberhentian selamanya
Seperti engkau, merengkuh bahu membimbing selalu
Ing madya mangun karsa

Titik
Berhenti bukan berarti berakhir
Belum usai, baru dimulai

Demonstrasi Puisi Hari Guru #3

Gambar
Kisah Peperangan
Goresan Tinta : Shintamelia*



Setitik peluhmu menandakan perjuangan
Sebuah perjuangan yang sangat besar
Senyumanmu memberikan semangat
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Dunia kami dulunya monokrom
Tapi kini penuh dengan warna-warna indah

Ibaratkan sebuah peperangan
Kau memberikan amunisi
                Untuk menghadapi masa depan
Amunisi berupa ilmu yang bermanfaat
Kau memberikan baju besi
Baju besi berupa kesiapan
                Menghadapi kehidupan dunia

Kau memberiku tameng
Tameng berupa keimanan

Demonstrasi Puisi Hari Guru #2

Gambar
Pahlawan Lentera
Buah Karya : DR. Ayuningtyas*



Semburat cahaya lentera datang
Membentuk kisah yang lebih baik
Tertatih sedikit demi sedikit
Hanya kebenaran yang digenggam
Untuk maju melawan kebodohan

Engkau lentera bangsa paling utama
Membakar diri untuk sorot lampu penerangan
Kini mimpi itu mulai nampak nyata
Karena engkau yang mengajarkan
Tentang goresan warna,
Tentang keikhlasan
Yang tertanam nyata di relung penghayatan

Engkau bukan penulis skenario kehidupan
Tapi bagai sutradara pengontrol

Demonstrasi Puisi Hari Guru #1

Gambar
Pelita Anak Bangsa
Goresan Tinta : Roynaa Pyang*

Langkah bijak yang menyertaimu
Selalu ada dalam pijakan cita-citamu
Mencerdaskan anak bangsa ini
Senyum merekah mengalir dalam nadi
Menyambut kekosongan anganku
Sabar yang selalu tersalut dalam hatimu
Menampung kekepoanku akan suatu hal
Meski sesekali engkau ingin menumpahkan amarahmu kepada kami
Kesabaran dan keikhlasanmu lah yang mencegahnya
Wahai pelita kegelapan
Maafkan atas kenakalan kami
Tak ada yang lain kecuali doa
Yang terucap dari bibir ini untukmu

Perayaan Dies Natalis LPM Paradigma ke-26

Gambar
Minggu 19 November 2017 LPM Paradigma mengadakan acara dies natalis ke-26 di AOA Cafe - sebuah kafe yang yang berlokasi di dekat Jalan Selokan Mataram, Nologaten, Yogyakarta. Acara yang mengusung tema "Mengukuhkan Etika Jurnalistik melalui Pers Mahasiswa" ini tidak hanya dihadiri pengurus dan anggota saja. Beberapa alumni seperti Supriyanto (Pemimpinan Redaksi LPM Paradigma 1999) dan Tafsiyah (Seketaris Umum LPM Paradigma 1999) juga menyempatkan diri untuk hadir.

Acara yang dilakukan dengan konsep lesehan ini terdiri dari beberapa sesi seperti: pembukaan, kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, pengumuman lomba antologi cerpen, launcing  web, seminar "Etika Jurnalisik", potong tumpeng, dan diakhiri dengan do'a. Supriyanto yang kini aktif sebagai reporter Suara Merdeka memberikan wejangan kepada pengurus dan anggota baru LPM Paradigma pada sesi seminar. "Kalian itu 'pribumi', lahir setelah teknologi internet masuk Indonesia. Kalau k…