Demonstrasi Opini Hari Guru #1


Guru : Mendidik Itu Memanusiakan
                                                                                  Oleh: Moz-za*


medsci.indiana.edu



Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mentransformasikan pengetahuan dan membuka kesadaran peserta didik agar mengenali diri dan tanggungjawabnya serta memahami realitas sosial yang terjadi di sekelilingnya. Menurut Tan Malaka pendidikan itu bertujuan mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan  memperhalus perasaan. Pendidikan merupakan unsur penting bagi kehidupan bangsa, karenanya dari pedidikanlah kemajuan suatu bangsa dapat diukur.

Salah satu elemen yang berperan penting dalam pendidikan adalah guru. Guru memegang peran vital dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan formal. Jika kita menelisik ke    sejarah, dulunya guru adalah sosok yang sangat dihormati dan dihargai karena mengajar secara sukarela untuk mencerdaskan anak bangsa, terbebas dari kebodohan akut yang menyandera. Berkat kerja kerasnya itulah kemudian orang tua murid memberi upah dari hasil panen semisal jagung, beras, singkong, dan hasil perkebunan lainnya sebagai rasa terima kasih. Kemudian pasca kemerdekaan, pemberian upah atau gaji mulai terjadi dan terus berlanjut meski berganti rezim sampai pada masa setelah reformasi. Dan pada gilirannya sosok guru lebih condong ke arah profesi.  

Tak ada yang salah soal pemberian gaji terhadap guru karena itu merupakan imbalan dari kerja kerasnya mendidik. Tapi tidak kemudian menjadi prioritas utama dan lupa akan esensi mendidik, menjadi dedukator pencerdas dan pembentuk kepribadian bangsa. Karena dari tangan guru-guru cerdaslah calon pemimpin bangsa lahir. Tentu harapan itu akan selalu tersematkan dalam pribadi seorang guru.

Seorang guru haruslah keluar dari kangkangan profesi yang menyebabkan tugas guru terlalu monotan dan prosedural, yang kemudian lupa esensi dari mendidik. Mendidik bukan hanya sebatas menerangkan pelajaran dengan metode ceramah dan sesekali diskusi, bukan juga evaluasi hasil belajar hanya dengan mid dan ujian semester, kemudian menentukan siapa yang paham pelajaran menjadi juara. Tugas guru sekali lagi bukan hanya itu. Tugas guru juga bukan memaki dan memarahi yang nakal, menjewer yang usil apalagi mengeluarkan siswa yang bandel lalu meng-agungkan siswa yang rajin menghapal. Tugas guru tidak selucu itu.

Pahamilah, guru adalah pendidik bangsa maka sudah sepatutnya profesi guru bukan kerja sampingan. Menjadi guru harus juga menjadi motivator dan inspirator yang memperteguh semangat peserta didik untuk membangun bangsa. Seorang guru harus punya metodologi pembelajaran, pengetahuan yang luas dan visi mengajar yang jelas. agar tidak ada blunder pengetahuan yang disampaikan kepada peserta didik, terlebih jika terjadi kecelakaan intelektual. Guru juga harus memahami bahwa proses belajar mengajar bukan hanya mentransfer pengetahuan, bukan seberapa paham terhadap teori melainkan sejauh mana peserta didik mampu menerapkan dalam proses kehidupan sehari-hari.

Dekatkanlah mereka (peserta didik) dengan masyarakat, biarkan mereka belajar dari masyarakat dan menggunakan segala teori sekolahannya untuk menyelesaikan problematika yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga sekolah tidak menjadi tembok penghalang, melainkan ruang bagi tumbuhnya kesadaran dan keberanian. Didiklah mereka selayaknya manusia dengan cara yang manusiawi karena pada dasarnya mendidik adalah memanusiakan.

Selamat hari guru!!

*Crew LPM Paradigma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran RA Kartini dalam Pendidikan

Penumpang Keluhkan Pelayanan dan Fasilitas Transportasi Kereta Api Solo

Belajar Hingga Akhir Hayat